Laman

24 Januari, 2018

Better Left Unsaid

Waktu SMA adalah waktu terbaik dalam sejarah hidupku. SMA ku adalah SMA Kristen swasta di Jogja yang menurutku terkenal dengan tawuran pelajarnya. Super bandel anak-anaknya. Tapi setelah aku kenal dengan teman-teman di sekolah itu aku merasa nyaman. Sekolah ini tidak seperti apa yang kalian bayangkan. Seram dengan perkelahian dan anarkinya.

Agustus 2013 aku secara resmi menjadi pelajar SMA, seperti di sinetron-sinetron di hari pertama aku masuk sekolah aku sudah telat! Aku telfon temanku SMP yang kebetulan masuk ke SMA yang sama, "halo, aku telat masuk gimana nih?" ternyata dia sama sekali gak jawab pertanyaan ini malah dia menjawab "heyy kita satu kelas!". Lega, untungnya aku sudah ada satu kenalan di kelas. Dan dia menyisihkan satu bangku untuk aku.

Di kelas X, semuanya berjalan normal. Aku punya teman dekat dan kami selalu menghabiskan waktu bersama-sama setelah pulang sekolah. Di sekolah ini aku bisa belajar membagi waktu untuk belajar dan bermain, bukannya sekolah ini terlalu santai tapi ternyata teman-temannya yang membuat aku betah ada di sekolah ini juga untuk saling membagi info dalam pekerjaan rumah atau PR.

Aku bukan termasuk murid yang kenal dengan murid kelas lain, tapi karena aku kembar makanya mau tidak mau aku juga harus kenal dengan teman sekelasnya. Aku kelas XA dia kelas XD. Ternyata diangkatanku ini ada 3 pasang anak kembar. Salah satunya aku dan dimas.

Karena terlalu asyik di kelas X, ga kerasa kita sekelas harus pisah karena peminatan kita yang berbeda-beda. IPA, IPS dan bahasa. Aku memilih untuk masuk IPA.

Di kelas IPA1 ini aku mempunyai teman baru lagi. Kumpulan dari XA, XB dan beberapa kelas XC. Aku sekelas dengan anak kembar juga, yang aku kira aku ga bakal bisa berteman dekat sama dia. Bandel, suka berantem dan punya pacar. Buat apa berteman dekat sama dia?

Tapi semuanya berubah, pertengahan semester waktu itu sekolah mengadakan study tour ke Bali. Kita berangkat dengan Bus dan tinggal di sana selama 5 hari.

Aku punya tiga sahabat, Fape, Ade, Galuh. Waktu masuk ke dalam bus Fape duduk dengan Galuh. Ade dengan pacarnya. Aku? Ga mungkin aku sendiri karena bus ini sudah pas tempat duduknya. Ternyata si anak nakal itu yang duduk di sebelahku yang ga pernah terpikir untuk jadi teman dekat, Kaka.

"Lah kok di sini?" aku tanya. Tapi yasudah aku juga ga ada masalah sama dia. Seneng malah aku bisa kepo tentang dia.
"Ka, aku habis putus" itu kata-kata pertanyaan yang membuka topik kita. Ternyata dia juga udah jomblo. Di perjalanan yang ada ternyata kita bisa bercanda-canda kita cerita-cerita tentang kita masing-masing. Sampai tertidur. Lalu malamnya aku terbangun kita sudah sampai di PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo. Karena aku duduk di sebelah jendela dan aku bener-bener sangat jelas lihat lampu-lampu yang super indah (kalau ga percaya coba browsing). Tapi, aku baru sadar ternyata di sebelahku itu masih ada Kaka. Aku lihat dia senyum-senyum sendiri jadinya. Aneh kenapa aku?

Sampai di Bali kita menjalankan program. Waktu kita ada di tempat acara aku pasti selalu bersama sahabatku. Tapi kadang aku cariin dia ada di mana. Aneh. Waktu kita balik semua ke dalam Bus aku senang bisa lihat dia lagi. Ga sabar untuk denger cerita dia.

Tapi, akhirnya terjadi salah paham. Aku sedih..
Pulang ke Jogja duduk sendiri karena Kaka memilih untuk duduk di belakang bersama dengan teman-teman laki-laki. Aku ga tau kenapa dia bisa berubah 180 derjat.
Kita memilih mempunyai jarak di sisa kelas XI sampai kelas XII. Memang kita masih berteman, aku mencoba act like usual ajak dia foto dan ngobrol tapi tetep ada yang beda. Aku tau kamu nyembunyiin sesuatu kan, Ka? But, it better left unsaid.
Terima kasih Bali. Terima kasih 7 harinya.

Kelas XII.
Aku dekat dengan laki-laki ini dekat dengan laki-laki itu. Tapi ga pacaran. Aku lebih nyaman dengan posisi itu. Karena aku tau pada akhirnya pacaran itu untuk putus. Dan Kaka masih bersama hidupnya dan perempuan yang aku gak tau lagi dengan siapa.

Lulus SMA.
Aku seneng tapi aku ngerasain yang namanya kosong. Aku dibuat penasaran dan dibuat bingung sama laki-laki. Aku gak akan pernah mau untuk bertanya apa maksud dia. Aku cuma takut mendengar fakta dan ini akan merusak hubungan pertemanan kami. Akhirnya kita wisuda SMA dan foto bersama untuk yang terakhir kalinya.

Waktu Kuliah.
Aku denger-denger dia bakal ke Jerman untuk lanjut studi di sana. Aku harus apa? rasa penasaranku bakal dibawa dia sampai sana. Lagipula sekarang aku sudah ada pacar. Dia juga. Aku pikir mungkin itu adalah kelabilan seorang laki-laki SMA. Aku memutuskan untuk tidak memikirkannya.

2017
Akhirnya aku lulus di bulan Agustus  2017 dan ini adalah tepat 4 tahun yang lalu aku masuk ke dalam masa SMA yang super menyenangkan itu.
Sebelum wisuda yaitu tanggal 26 Agustus, aku memilih untuk nonton konser musik di Prambanan. Sebenarnya aku sama sekali tidak akan datang di konser itu. Mamaku dan temannya yang akan datang untuk menonton Kahitna. Tapi Tuhan berkata lain, karena Mama berhalangan untuk nonton dan daripada tiket itu mubazir, jadi dua tiket itu diibahkan untuk aku. Dan aku memutuskan untuk pergi ke Prambanan dengan sahabatku di kampus, Tania.

Sampainya di Prambanan, aku beli thai tea karena di sana bener-bener panas! Waktu aku jalan menuju panggung aku ga sengaja melihat teman SMA yang sebenernya ga mau aku sapa.
"Tan, pokoknya kamu tutupin aku! aku ga mau sapa dia"
"He? Kenapa?"
"Jadi dia tuh..."
Ga sempet selesaiin pembicaraanku ternyata dia yang pertama lihat aku.
Shock. Dalam hati cuma bisa ngomong "mati, mati, mati". Dia adalah Kaka.

Aneh. seharusnya aku bertindak biasa aja. Soalnya udah 3 kali selama masa kuliah aku ketemu dia, waktu dia liburan di Indonesia.
1. Di Mall saat itu aku bersama pacarku
2. Di kondangan teman SMA dia bersama pacarnya
3. Di kondangan teman SMA dan bersama pacarnya lagi.

"Heeeiii", aku setengah teriak ke arah dia dan kembarannya, Kiki. Orang pertama yang aku jabat tangannya. Dia datang ternyata ga cuma berdua tapi Kaka dan pacar barunya.
Semua berjalan sangat cepat. Aku buru-buru untuk mengakhiri pembicaraan aneh ini, tatapan mata Kaka masih sama. Masih menyimpan perasaan yang sebenernya aku gak tau apa itu, sejak tahun 2011.

*notif instagram*
Ternyata Kaka langsung chat, ini sebenernya bukan typical dia yang chat aku dulu dan isi messagenya "genduuut". Dia coba membuka topik! Ya Tuhan ini bukan Kaka. Aku tau ini kesempatan bisa coba memperbaiki hubunganku sama dia, tanpa ragu aku jawab "Biarin, kan jomblo". Iya, aku udah putus dari pacarku dari beberapa bulan yang lalu. Aku jomblo, tapi dia engga. Dan bener chat ini ga bertahan lama. Aku bakal inget tanggal ini, 20 Agustus 2017.

bersambung...








03 Maret, 2013

Kamu Adalah Orang yang Akan Ditunggu.

Waktu yang lama untuk menunggu seseorang yang kita sayang karena sedang  jauh di sana adalah tantangan terberat yang pernah aku lalui. Tidak ada satu orang pun menginginkan berjarak jauh dari orang yang disayanginya. Entah bagaimana aku tahan menunggu. Menunggu.
Kamu adalah orang yang akan aku tunggu, untuk melanjutkan 'kehidupan kita' di sini, bersama-sama lagi.
15552000 detik, waktu yang aku habiskan untuk itu. Menunggu.

But time flies too fast.
Semua yang ada di depan mata ku hanya bayang-bayang. Mungkin ini terlalu berlebihan, namun apa yang aku bisa lakukan saat aku rindu. Tidak akan menyalahkan waktu, perasaan dan kejujuran.
Bukan waktu yang salah, hanya ketololanku yang mau menunggu.
Bukan rasa yang salah, hanya kebodohanku untuk melepas rasamu begitu saja.
Dan juga bukan kejujuran yang aku salahkan karena rasamu telah hilang.

Maaf. Aku rindu kamu. Tapi, ya sudahlah, maaf terlalu banyak kata-kata seperti ini. Maaf, aku tau kamu tidak menyukainya.

Terimakasih juga untuk bisa jujur karena ada yang baru. 
Semoga sampai saat ini perasaanmu itu bohong. Tidak terlalu berharap. Tetapi memang tidak mungkin. 

Tidak akan membencimu karena telah menghilangkan perasaan mu itu selama tiga tahun.
Semua tidak akan menjadi sia-sia, walaupun aku sedikit ragu.
Tidak akan menuntut apa-apa lagi. Tidak ada lagi perempuan kecil rewel lagi di sampingmu, sekarang.
Terimakasih untuk tiga tahun ini.

Kamu adalah orang yang akan ditunggu.
Dan aku yang sedang berharap kamu tau bagaimana berada di posisi ini.


McDonald,
17 Desember 2009

01 Januari, 2013

Adanya di Hatimu

"Lihat deh itu cowoknya lucu ya, pake celana chino dan kemeja jeans"
Aku menunjuk seorang laki-laki jauh di depanku, Radit cuma mengangguk dan tetap fokus dengan smartphone-nya.
"Ih kamu itu nyebelin"

"Aku suka laki-laki berwajah oriental gitu Dit, terus calon dokter nilai plus-nya kalau dia seiman juga. Wah idaman."
"Apalagi yang kamu suka?"
Sambil membuka bungkus chiki rasa ayam bakar dan menyodorkan bungkusan itu kepadaku.
"Terus kalo dia berkacamata, wah terlihat pintar juga kan"
"Iya, terus?"
"Ih kamu ini, bosen dengar ceritaku?"
Aku sambil beranjak dari bangku taman sekolah dan mengembalikan chiki yang belum sempat aku makan.

Apa salah ya kita mau mencari sesorang yang kita idam-idamkan, salah ya. Rasanya tidak ada yang salah, toh cuma mimpi. Syukur-syukur jadi kenyataan. Waktu sudah malam, selamat tidur kamu jodoh. Haha, jodoh.

"Dit,Reg kenalin ini pacar ku"
Ata mengenalkan pacar barunya kepada kami berdua, yang katanya pacar ini udah menjadi idamannya.
"Gak ada yang mustahil kan Dit?" aku berbisik kepadanya.

Apakabar ya Ata, sudah lama tidak cerita-cerita ke dia. Tangan ini gatal rasanya mau menghubunginya.
"Ta kamu kemana aja sih, aku mau cerita"
"Hei aku juga mau cerita, atau besok kita bertemu saja ya Reg"

"Aku kemarin berantem sama pacar Reg, dia gak bisa mendengarkan celotehanku seperti kamu sabar mendengar celotehanku"
"Sabar ya..Aku bingung mau kasih solusi apa, Ta"
....................................

Tiba-tiba aku ingin bertemu Radit, rasanya aku sudah kalah 1-0.
"Diiiiiitttttt, aku mau cerita, Ata dengan pacarnya lagi cek cok, mereka merasa tidak cocok"
"Tuh kan"
"Tuh kan apa Dit?"
"Tuh kan, kalian perempuan hanya merasakan tertarik pada lelaki tipe saja. Hati? Tidak merasakan kan"
"Contohnya?" Aku serius menatap mukanya yang serius.
"Iya kamu suka laki-laki berkacamata, tapi kalau laki-laki itu sudah tidak memakai kacamata lagi. Apa kamu akan tetap menyukainya?"
"Benar juga kamu, apa ini yang dinamakan hanya mengagumi?"
"Besok-besok tanya hati dulu, mata bisa membutakan. Tapi hati? Siapa yang tau kan" sambil memberantakan rambutku.
"Haha kali ini aku kalah 1-0" sambil memukul lembut pipinya.



31 Desember, 2012

Memelukmu dari Jauh

"Kamu gak pergi?"
"Kamu ga ada yang ngajakin?"
"Masa tahun baruan gak kemana-mana?"

"IYA.. AKU GAK KEMANA-MANA."

Di tanggal 31 Desember 2012 ini twitter dan blackberry messager hujan pertanyaan seperti itu. ha-ha-ha.
Iya, aku gak kemana-mana.
Iya, aku di rumah aja.
Iya, aku gak seperti kalian.

Aku lagi nungguin dia aja, dia lagi jauh.

Jenuh. Smartphone dan headset saja yang setia nempel di tangan dan kuping juga lagu The Scientist - Coldplay yang gak sengaja keputar.

Kangen. Iya aku kangen.
Sama kamu. Seharusnya kamu ada di sini sekarang. Kita rayakan pergantian tahun ini, berdua. Bukan individu. Kamu sekarang lagi apa, di mana, dengan siapa. Entah, bisa ada fikiran seperti itu. Bukan ragu, cuma rindu.

"Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu, kini kau telah menghilang jauh dari diriku, semua tinggal cerita antara kau dan aku, namun satu yang belulm kau tau, api cintaku padamu tak pernah padam..."

Tiba-tiba lagu Sandhy Sandoro ke-shuffle dari handphone ini.
*mengehela nafas* "huh, apakabar ya dia.." sambil membuka bbm dari Ata, sahabatku.
"Galau?"
"Engga. Cuma lagi kangen"
"Cheer up girl it is new year"
"Yes I know, but once again I'm misssing him. What can i do?"
"Tell him that you're missing !"
"I have"
"Then?"
"We can't do anything"
"Girl I want to know you something"
"If you're missing someone, let him know. but if  it not enough just pray for him."
"why pray I just want to meet him as soon as possible?"
......................................

Hah hanya berakhir seperti ini, tidak ada satu orang yang tau bagaimana rasanya.
Kangen.

*1 new message from Ata*

" Reg, jika kamu rindu pada seseorang, berdoalah. Mengapa? karena dengan mendoakannya berarti memeluknya dari jauh. Jika kamu tulus dan benar-benar yakin kamu akan didapatkan kelegaan setelah mendoakannya. Jangan terus menerus kamu mengeluh rindu padanya, karena hanya membuatnya tambah rindu padamu juga."

 Aku menghela nafas sedalam-dalamnya. Iya aku seperti anak kecil. Mengharapkan kehadiran orang di saat waktu yang tidak memungkinkan. Egois.

Jam sudah menunjukan waktu 00:00
Ini berarti sudah tahun 2013. Tidak terasa 2012 sudah aku lewati bersama dia, satu tahun full.
untuk saat ini aku akan meminta permohonan juga tak lupa bersyukur kepada Tuhan.

"Tuhan, sekarang biarkan aku untuk mengucap syukur padaMu untuk telah bisa melewati tahun 2012 tahun yang berkesan ini, banyak kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat kiranya di tahun 2013 ajarkan aku untuk lebih dewasa dan bisa untuk lebih bersabar. Tak lupa, aku mendoakan dia ya Tuhan, orang yang aku  rindu sekarang ini, sertai dan lindungi dia hingga dapat berjumpa lagi dengan hamba ya Tuhan. Amin"
 
Sekarang aku sudah dapat memeluk dia, walaupun dari jauh. Selamat tahun baru, kamu.

23 Oktober, 2011

my future is..my inspiration..

haloo haloo ini tugas ke dua dari Bu Evita :D
langsung aja.. cita-cita? ngomongin soal cita-cita dari kecil aku udah pengan jadi DOKTER. ngelanjutin papa..
papa yang udah ngeinspirasi aku dari kecil sampai sekarang buat aku jadi dokter. suka main dokter-dokteran sama temen-temen sampai main bedah-bedahan -..- .kenapa sih aku pingin banget jadi dokter? karena...jadi dokter itu pasti kaya.. HAHA. enggalaah.. yaa aku pikir itu pekerjaan yang mulia banget.. HERObuat orang-orang sakit..HERO buat semuanya ! I want to be a doctor like my dad :)


AND I WISH THIS IS NOT JUST MY DREAM..

03 Agustus, 2011

my new classmate.. ILOVEYOU !



                           

                        WE ARE INSIDIOUS !
                                                    Infinite Solidarity in Diversity of Our Science
                                                 

so cute... I love them !!!!




20 Juni, 2011

I love her so muchooooo :3 more than anything !


                                          my MOM ,my HERO...... !